Rembulan

Posted on Posted in Erupsi

Rembulan tersembunyi dibalik jeruji petang. Malu malu menawarkan sinarnya pada saentaro dunia. Dibelahan bumi lain, matahari hampir mencapai zenit, membakar mereka yang tak terlindungi. Di satu sisi para penghuninya terlelap memimpikan esok, di sisi lain para pejuang takdir dengan gagah berani melawan terik demi esok. Mereka menyandang, membawa, mendorong semua beban hidup

Mulut mereka tak mengeluarkan makian, peluh mereka tak mereka hiraukan, hanya tekad membara mengiringi tiap langkah mereka. Mereka menantang dunia, dunia yang bisu akan penderitaan marjinalitas. Dan kita? Dengan bangganya tidur dengan udara kalengan, dengan bangganya menatap layar kehampaan. Kita berpijak diatas penderitaan mereka

Dan MEREKA? Mereka tertawa diatas penderitaan kaum marjin. Mereka mabok, dibius tuak kekuasaan. Mata mereka hijau, tatapan mereka dihiasi untaian kebohongan. Mulut mereka membisiki hasutan kegelapan. Dan mereka ada di singgasana kekuasaan, bersulang menertawakan kaum marjinal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *